Bukan soal salah siapa?

Aku tidak sedang membuat ini semua seolah salah mu, sungguh aku tahu. Jika kamu mampu, kamu tidak disini, aku pun sama. Aku dan kamu tak bisa menolak liku hidup takdir kita. Berat memang, penuh peluh dan berdarah-darah. Kalau aja bisa memilih bahagianya saja, maka pastinya akan ku pilih bahagia saja. Tapi bagaimana kita bisa menghargai bahagia yang kita dapat, jika deritanya belum pernah kita rasa? Bagaimana kita tau caranya berjuang untuk mendapatkan bahagia itu, jika pahitnya derita belum pernah kita kecap? Bagai mana kita bisa menghargai indahnya sebuah kebahagiaan yang telah kita perjuangkan jika kita tak pernah berada di kungkungan derita?
Yaaa tak ada yang abadi, aku yakin secepatnya derita ini akan berganti bahagia. Yaaa kebahagiaan yang lebih dari apa yang kita bayangka, maka tetaplah berjuang, kerahkan seluruh daya upaya, untuk kebahagiaan sejati. Sampai jumpa di kebahagiaan.

Comments

Popular posts from this blog

Tutup Telinga, Mata dan Mulut

pergi dan Jangan pernah kembali

genggaman tanganmu bahagiaku