Aku ingin Cinta bukan Dusta.
Ketika cinta tulusku kau balas dengan pahitnya kenyataan yang aku terima, aku tahu kau tak terbuka, aku tahu kau berdusta. Aku hanya menunggu, menunggu waktu yang ungkapkan semua. Aku pikir aku kuat, nyatanya aku sakit, nyatanya aku terluka, nyatanya aku rapuh, nyatanya aku hancur. Saat waktu ungkapkan dustamu. Ingin rasanya aku membalas dustamu dengan dustaku, bukan karena aku tak cinta karena menginginkan sakit hatimu, hanya karena aku ingin kau tahu, betapa kau aku cinta, kau aku pilih untuk membahagiakan ku, dan aku tak siap saat ternyata cintaku kau balas dusta. Aku tak ingin aku mendustakanmu dan aku tak ingin kelak aku kan berkata "kau yang mengajarkan ku berdusta" ya sadarkah kau? kau yang mengajarkan ku berdusta, kau yang memberikanku luka karena dusta, aku ingin membalasnya. Karena tahukah kamu, aku punya kesempatan untuk melakukan itu. Hanya saja, haruskah dusta dibalas dengan dusta, jika cinta masih bertahta ?