Posts

Showing posts from June, 2019

Bukan untuk Mereka

Image
Kuat itu bukan bagaimana kita melawan kebencian dengan kebencian pula, bukan seberapa lama kita menyimpan dendam. Karena jika amarah kau balas amarah dan kebencian kau balas kebencian, itu hanya akan menyiksa dirimu sendiri. Karena sesungguhnya memaafkan itu bukan hanya untuk mereka tapi ternyata bisa membuatmu tenang damai dan bahagia. Cobalah sejenak kau lupakan semua kesakitan yang pernah menimpa, dan maafkan semua yang pernah dengan sengaja melukai hatimu. Maafkan dan lupakan kesealahan mereka. Karena hidup bukan soal amarah dan dendam saja. Raihlah indahnya saling memaafkan. Agar kau merasakan damai di hidupmu.

Tahukah Caranya Membalas?

Image
Setelah aku menolong kamu, kamu tak usah terburu-buru berfikir akupun ingin ditolong olehmu,  kelak aku membutuhkan pertolongan dan uluran tangan mu. Setelah urusan mu dimudah kan orang lain, bukan orang lain ingin dimudahkan urusannya oleh mu. Tapi karena tahu rasanya susah. Karena tahu rasanya ketika berada dalam kesedihan tapi tak ada seorangpun peduli, itu rasanya lebih sakit dari kesedihan itu sendiri. Perihal nanti kamu menolongnya atau tidak, aku tidak peduli. Bahkan semua orang tahu, menolong orang disaat kesusahan itu tak mesti berbuah manis dari orang yang kita tolong, bahkan ketika keadaan berbalik, kamu pun tak lantas bergegas menolong orang yang pernah menolongmu bukan? bahkan disaat bahagia, mungkin kamu lupa bahwa ada orang lain yang pernah menyapu air matamu dan mengulurkan tangannya untuk mu. Tapi sudahlah, akupun tak ingin kebaikan ku kau ingat, dan aku juga tak akan mengungkitnya. Lupakan saja.

Terimakasih

Image
Ketika ku terbangun dari tidur, dan aku lihat ada kamu di samping ku. Kenapa harus kamu? Aaah,,, entahlah. Hanya pertanyaan itu yang selalu menghantui. Dan ketika kata manis terlontar dari bibirmu, aku bertanya, kenapa untuk ku kata itu kau ucapkan? karena cinta? kenapa kamu orangnya yang mengucapkan itu untuk ku?. kenapa kamu orangnya? kamu berhak mendapatkan yang baik, jauh lebih baik dari aku bahkan. Ketika semua pertanyaan, kebimbangan dan keraguan itu terjawab dengan satu kata "takdir". Ya takdir Allah yang berkata, ketika namamu dan namaku sudah tertulis di lauhul mahfudz. Aku hanya bisa mengucap syukur. Ternyata kamulah orangnya, hanya kamu yang bisa memahami ku, sabarmu yang mampu menenangkan gejolak ego ku, tingkahmu yang merubah tangisku jadi tawa. iyah sama kamu aku enggak bisa ngambek lama, sama kamu aku enggak bisa marah lama, air mataku pun tak mampu menganak sungai, semua kau rubah jadi tawa dan bahagia. Terimakasih kau ada di sini. Aku sangat bangga dimiliki...