Jika reuni kalian jadikan ajang untuk memamerkan kekayaan, kekuasaan dan kejayaan. Lantas untuk apa kalian gembar-gemborkan "jalin silaturahmi"? bukankah sosial media sudah kalian jadikan media untuk memamerkannya?
Hidup itu bukan soal apa yang dikatakan orang lain tentang dirimu dan bukan pula bagaimana penilaian orang lain tentang dirimu. Ada kalanya kita menutup mata atas apa yang sedang dikerjakan orang lain, ada kalanya kita tutup telinga atas apa yang sedang orang lain bicarakan, ada kalanya kita menutup mulut atas apa yang terjadi dengan orang lain. Biarkanlah itu semua menjadi urusan mereka, karena mereka pula tak harus ikut campur atas apa yang sedang kamu lakukan, dan tak harus menghakimi pula atas apa yang dirimu lakukan, mereka tidak tahu alasan dibalik semua peristiwa yang dirimu lakukan. Karena hidup mereka bukan tanggung jawab mu, dan hidup mu bukan urusan mereka.
Jika kedatangan mu berbalas kepergian Untuk apa kamu datang? Jika pertemuan berbalas perpisahan Untuk apa kau menemuiku? Jika kebahagiaan berbalas sakit hati Untuk apa kau berikan bahagia itu? Apa maksudmu? Tidak kah kau punya hati Untuk bisa sedikit memahami luka hati ini? Untuk tahu betapa rapuhnya rasa ini? Pergi dan jangan pernah kembali Akan ku susuri bahagia yang sejati Walau tanpamu lagi
ketika pundak mu jadi tempat ku menyandarkan segala lelah ku, genggaman tangan mu yang menguatkan ku, langkah kaki mu yang selalu menemani pijak ku dan tangis ku yang selalu kau rubah jadi bahagia. Yah ternyata kamu orangnya. Terima kasih untuk segala usaha bahkan perjuangan dan pengorbanan mu untuk ku. Aku punya cinta dan semoga bisa mempersembahkan kebahagiaan untuk mu, merubah peluh mu jadi tawa, merubah sedihmu jadi bahagia dan merubah lelahmu jadi berkah. Tetaplah di sisi ku, gapai mahligai bahagia bersama. Aku mencintai mu.
Comments
Post a Comment