Hidup mu Anugrah mu
Mereka hanya bisa berasumsi
Mereka hanya bisa berkomentar
Layaknya penonton pertandingan sepak bola
Tidak tahu bagaimana kamu berjuang?
Tidak tahu bagaimana kamu bertahan?
Tidak tahu bagaimana kamu melakukan perlawanan?
Tidak tahu bagaimana kamu merasakan sakitan?
Bahkan bagaimana indahnya anugrah hidup mu yang ternyata lebih dari mereka.
Lantas mengapa masih kau hiraukan itu?
Mereka tak harus jadi alasan untuk kamu tidak mensyukuri indahnya anugrah hidup yang telah kau terima.
Soal apa yang orang lain bicarakan yang tidak tahu tentang dirimu.
Biarkan saja
Jadikanlah renungan untuk memperbaiki diri mu.
dan tak harus kau jadikan alasan untuk tidak mensyukuri indah anugrah hidupmu.
Jika itu terlalu menyakitkan berdoalah minta dikuatkan atas ujian yang kamu terima.
Kamu hanya punya dua tangan sudah pasti tidak akan mampu menutup mulut mereka
Kenapa tidak kamu gunakan untuk menutup telingamu saja?
Sesederhana itukah?
iyah,,,
Kenapa kamu risau dengan apa yang mereka bicarakan tentang mu?
Mengapa kau risau apa lagi yang akan mereka bicarakan tentang mu kepada yang lainya?
Biarkan saja.
Karena itu tanggung jawab mereka.
Bukan urusanmu.
Tetap fokus dengan tujuan mu.
Terus tapaki jalan untuk menggapai tujuanmu dengan keteguhan hati.
Biarkan mereka jadi penonton yang akan bertepuk tangan atas keberhasilan mu.
Mereka hanya bisa berkomentar
Layaknya penonton pertandingan sepak bola
Tidak tahu bagaimana kamu berjuang?
Tidak tahu bagaimana kamu bertahan?
Tidak tahu bagaimana kamu melakukan perlawanan?
Tidak tahu bagaimana kamu merasakan sakitan?
Bahkan bagaimana indahnya anugrah hidup mu yang ternyata lebih dari mereka.
Lantas mengapa masih kau hiraukan itu?
Mereka tak harus jadi alasan untuk kamu tidak mensyukuri indahnya anugrah hidup yang telah kau terima.
Soal apa yang orang lain bicarakan yang tidak tahu tentang dirimu.
Biarkan saja
Jadikanlah renungan untuk memperbaiki diri mu.
dan tak harus kau jadikan alasan untuk tidak mensyukuri indah anugrah hidupmu.
Jika itu terlalu menyakitkan berdoalah minta dikuatkan atas ujian yang kamu terima.
Kamu hanya punya dua tangan sudah pasti tidak akan mampu menutup mulut mereka
Kenapa tidak kamu gunakan untuk menutup telingamu saja?
Sesederhana itukah?
iyah,,,
Kenapa kamu risau dengan apa yang mereka bicarakan tentang mu?
Mengapa kau risau apa lagi yang akan mereka bicarakan tentang mu kepada yang lainya?
Biarkan saja.
Karena itu tanggung jawab mereka.
Bukan urusanmu.
Tetap fokus dengan tujuan mu.
Terus tapaki jalan untuk menggapai tujuanmu dengan keteguhan hati.
Biarkan mereka jadi penonton yang akan bertepuk tangan atas keberhasilan mu.

Comments
Post a Comment