inikah saatnya?

Sesungguhnya aku takut jatuh cinta, karena yang aku tahu jatuh itu sakit, tapi mungkin berbeda dengan jatuh cinta. Tapi aku belum tahu bagaimana jatuh cinta itu. Aku hanya ingin jika aku harus jatuh cinta jatuhkanlah cinta ini pada satu hati yang juga punya cinta untuk ku, membimbing dan menerima ku seutuhnya. Karena aku tidak mau jika harus merasakan sakitnya jatuh cinta. Sungguh aku tak ingin jika harus jatuh cinta, patah hati, kemudian mencoba mencari pelabuhan hati lagi, patah hati lagi, mencari lagi. Kasihan rasanya hatiku jika harus terus-terusan begitu.
Mungkin itu untaian kata yang masih takut aku panjatkan dalam doa khusyu ku. Karena rasanya diri inipun belum siap. Tapi ternyata ketidak siapan itu terbantahkan, ketika aku bertemu kamu yang punya cinta tulus untuk ku, yang mampu menerima ku seutuhnya, yang berani mengingatkan dalam salahku.
Tapi akupun belum siap untuk berkata "ya aku jatuh cinta" karena ternyata bisa dikatakan cinta, jika ada dua belah pihak. Sedangkan aku merasa baru kamu  yang membawa cinta itu pada ku, ya aku belum jatuh cinta pada mu karena ketakutan ku akan jatuh cinta, kemudian patah hati, dan mencoba mencari tambatan hati lagi jatuh lagi. Aaahhh lagi-lagi itu yang menghalangi untuk berani mengakui aku jatuh cinta.
Tapi batupun jika ditetesi dengan air terus menurus akan berlubang, dan begitu juga dengan hatiku. Kamu datang membawa ketulusan dan akupun berani berakat "ya aku mencintaimu suamiku" ya untaian kata yang selalu aku sematkan dalam doa khusyuku menjelma menjadi nyata, aku jatuh cinta pada hati yang punya cinta tulus untuk ku. Kamu datang untuk meyakinkan ku bahwa cinta tak semenakutkan itu, dia datang untuk menjawab keinginanku bahwa cinta tak perlu jatuh berulang kali di hati yang berbeda, Terimakasih kau telah memilihku.

Comments

Popular posts from this blog

Tutup Telinga, Mata dan Mulut

pergi dan Jangan pernah kembali

genggaman tanganmu bahagiaku